Tips Cara Hadapi Menstruasi Pertama Pada Anak

Bookmark and Share

Pubertas merupakan masa awal pematangan seksual, yakni suatu periode dimana seorang anak mengalami perubahan fisik, hormonal, dan seksual serta mampu melakukan proses reproduksi. Hal ini ditandai dengan mulainya remaja putri mengalami menstruasi pertama. Menstruasi merupakan proses pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan perdarahan dan terjadi secara berulang setiap bulan kecuali pada saat kehamilan.

Pada umumnya menstruasi pertama pada remaja putri terjadi pada usia 11 tahun, namun tidak tertutup kemungkinan terjadi pada sebelum atau sesudah usia 11 tahun. Menstruasi merupakan pertanda masa reproduktif pada kehidupan seorang perempuan, yang dimulai dari menarke sampai terjadinya menopause.


Haid pertama yang dialami para remaja putri akan mengalami banyak ketakutan dan kekhawatiran. Salah satunya nyeri haid yang sering dialami pada saat haid pertama atau kedua. Rasa sakit bagian bawah perut hingga pinggul, punggung bagian bawah atau paha. Hal ini sangat wajar dialami separuh perempuan, namun sekitar 10 % perempuan mengalami rasa sakit yang hebat hingga perlu meminum obat pereda nyeri haid untuk mengurangi rasa sakit.

Rasa nyeri disebabkan oleh 2 hal yaitu dismenorea primer (kelainan ginekologis) dan dismenorea sekunder (gangguan ginekologis).

Dismenorea primer disebabkan tingginya kadar prostaglanin. Hal ini tidak berbahaya, biasanya rasa nyeri ini hilang pada pertengahan usia 20-an atau setelah melahirkan. Sedangkan dismenorea sekunder disebabkan oleh tumor fibroid (tumor jinak pada dinding rahim), penyakit radang panggul, adanya kista pada indung telur.

Dianjurkan untuk mengatasi rasa nyeri haid, anda dapat meminum obat pereda nyeri haid atau berendam dengan air hangat. Selain itu hal yang berkaitan erat dengan haid adalah pembalut wanita. Yang terpenting dalam memilih pembalut tersebut dapat menyerap darah haid secara optimal. Hindarilah menggunakan pembalut dengan pemberian pemutih atau pewangi buatan, karena dapat timbul reaksi alergi yang berlanjut ke keputihan dan radang atau infeksi. Selain itu para remaja harus selalu menjaga kebersihan, sering-seringlah ganti pembalut terutama di hari pertama dan kedua.

Pembalut yang sering terlambat diganti dapat menimbulkan kondisi lembab sehingga mudah datangnya jamur atau bakteri.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar